Thursday, June 19, 2014

Betapa Malangnya nasib anak hiperaktif di indonesia

MAKALAH TELAAH KRITIS
Kasus Attention Deficit Hyperactivity Disorder
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktifitas
Dosen Pengampu : Sugini, S.Pd., M.Pd

Ada yang baru dari Bless Cosmetics Loh !

Apasih Bless Cosmetics ? Kayaknya produk baru deh, Kok aku baru tau ya ada cosmetics namanya Bless -_- Ternyata bukan produk baru, orang pengguna bless cosmetics udah bertebaran dimana-mana. Berarti aku aja dong yang kuperr -_-

Nah, Untuk lebih profesional dalam mencari tau tentang bless cosmetics aku membuka website http://www.bless.co.id/ , Ternyata ada 2 series produk kece seperti Skin Care & Decorativ, dan berisi banyak produk mulai dari  pembersih, penyegar, lipstick, foundation, dan banyak lagi deh. 

Tuesday, June 17, 2014

TOP BALLPOINT, Setia Pakai dan Dapatkan Hadiahnya !!!

Ada undian kece dari TOP BALLPOINT loh. Hadiahnya super banget, ada Mobil, Motor, Ipad, SonyXperia, dan uang tunai LOHH !! Mantap banget kan ?
 
https://scontent-a.xx.fbcdn.net/hphotos-xpa1/t1.0-0/p320x320/10374878_700874139978617_3111864662059503290_n.jpg
 
Top Ballpoint punya banyak banget jenis ballpoint, yang paling baru itu ya Star 500 dengan 5 pilihan warna :D 

Monday, June 16, 2014

Vitamin ke C ? Pakai Probio-C Spray aja

Hai Permirtsaaahhhh..
Aku kembali lagi nih, mau cuap-cuap tentang produk vitamin C buat wajah :D
Udah pernah dengar suntik vitamin C ? berapa juta tuh buat suntik vitamin C ? 
Memang sih wajah sebagai aset penting dalam kehidupan, wajar dong kalo kita beli suplemen kecantikan yang super duper mehongg alias mahal. tapi aku baru search google dan nemu produk vitamin C yang bentuknya spray ? hah spray ? berarti tinggal semprot dong. Harganya gimana mbak ? kualitasnya gimana ? terus udah banyak yang pake belum ?

Sunday, June 15, 2014

Tanpa Bapak, Sawahpun menjadi tandus

Surakarta, 15 Juni 2014
Teruntuk : Bapakku yang paling ganteng
                 Di Rumahnya Allah SWT

Hai bapak, apa kabar disana ? Rumahnya Allah bagus nggak ? Bapak, ratih kangen banget sama bapak, sudah hampir 1,5 tahun nggak ada bapak yang selalu mengingatkanku dan memelukku. Tanpa bapak hidupku menjadi lebih rumit, nggak ada lagi bapak yang tegas yang mampu mengingatkan adek, menguatkan ibu, bahkan mengingatkanku untuk segala kesalahanku. Bapak, aku bahkan sering marah sama bapak, "Kenapa bapak harus pergi ? Ngopo tho pak (Kenapa ya pak) ? " Apa aku harus menyalahkan bapak ? atau menyalahkan Allah karena telah menjemputmu kembali. Aku membenci saat tanpa bapak, ibu disebut janda, bahkan aku harus selalu mendengar ocehan tetangga "Ibukmu oleh nikah neh gak ? (Ibumu boleh menikah lagi atau tidak) " . Aku bahkan sering menangis sendirian saat adek nggak bisa diingatkan karena adek hanya takut dengan ketegasan bapak, saat ibu dibilang janda, bahkan saat ibu berteman kadang istri dari teman ibu tersebut malah menghujatnya. Bapak aku harus bagaimana ? Bapak berikan ketegasanmu, kasihsayangmu, wibawamu, bijaksanamu padaku agar aku bisa menjadi sosok tegar yang mampu menguatkan ibu dan adek.

Monday, June 9, 2014

Instrumen Identifikasi Anak Hiperaktif

LANDASAN TEORI
          Menurut APA ( American Psychiatric Association, 1987 ) “To discribe the behavioral pattern exhibited by children and adolescents attention, impulse control, and the regulation of motor activity in response to situational demands (dalam Annasto Paulus, 1995). Hiperaktif merupakan gambaran dari pola perilaku yang ditunjukkan anak-anak dan remaja dengan kelemahan perkembangan pada aspek kemampuan memperhatikan, kotrol perilaku, respon aktivitas yang berlebihan untuk situasi tertentu.

Instrumen Identifikasi & Asesmen AGM

INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK
(Diisi oleh Orang tua)

Bina Diri Anak Gangguan Motorik : Membersihkan Diri

  Cakupan materi membersihkan diri :
1.      Mencuci tangan
2.      Mencuci kaki
3.      Mencuci muka
4.      Menyikat & menggosok gigi
5.      Membersihkan hidung
6.      Membersihkan telinga
7.      Buang air kecil & buang air besar
8.      Membersihkan & memotong kuku
9.      Mencuci rambut

Penyakit Trauma pada Mata

 
A.    Pengertian Penyakit Trauma pada Mata
Trauma mata adalah tindakan sengaja maupun tidak yang menimbulkan luka pada mata. Trauma mata merupakan kasus gawat darurat mata, dan dapat juga sebagai kasus polisi. Perlukaan yang ditimbulkan dapat ringan sampai berat atau menimbulkan kebutaan bahkan kehilangan mata. Alat rumah tangga sering menimbulkan perlukaan atau trauma mata.
Trauma mata merupakan ruda paksa yang mengenai mata yang dapat disebabkan oleh benda tajam, tumpul,  thermis, kimia, listrik, tekanan ataupun radiasi yang menyebabkan berbagai macam gangguan pada mata.
Trauma mata adalah rusaknya jaringan pada bola mata, kelopak mata, saraf mata dan atau rongga orbita karena adanya benda tajam atau tumpul yang mengenai mata dengan keras/cepat ataupun lambat.
Trauma pada mata dapat mengenai jaringan seperti kelopak mata, konjungtiva, kornea, uvea, lensa, retina, papil saraf optik dan orbita secara terpisah atau menjadi gabungan trauma jaringan mata.

Penyakit Penyebab Kebutaan : Katarak

KATARAK
A.    Pengertian Katarak
Katarak adalah penurunan progresif kerjernihan lensa. Lensa menjadi keruh, atau berwarna putih abu-abu, dan ketajaman penglihatan berkurang. (Elizabeth J. corwin.2000) .
Katarak adalah sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya. Dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, menguning secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

Metode Pembelajaran untuk SLB E


Metode
Deskripsi
Langkah
Alasan
Kelebihan
keterbatasan

Role Playing
Role playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imaginasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imaginasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati. Metode ini melibatkan siswa dan membuat siswa senang belajar serta mempunyai nilai tambah yaitu dapat menjamin partisipasi seluruh siswa dan memberi kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuannya dalam bekerja sama hingga berhasil dan permainan merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa (Prasetyo, 2001:72)
·         Pemilihan masalah, guru mengemukakan masalah yang diangkat dari kehidupan peserta didik agar mereka dapat merasakan masalah tersebut dan terdorong untuk mencari penyelesaiannya.
·         Pemilihan peran, memilih peran yang sesuai dengan permasalahan yang akan dibahas, mendeskripsikan karakter dan apa yang harus dikerjakan oleh para pemain.
·         Menyusun tahapan bermain peran seperti membuat dialog tetapi siswa juga dapat menambahkan dialog sendiri.
·         Pemeranan, tahap ini semua peserta didik mulai beraksi sesuai dengan peran masing-masing yang terdapat pada scenario bermain peran.
·         Diskusi dan evaluasi, mendiskusikan masalah-masalah serta pertanyaan yang muncul bersama guru sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi yang diperankan tersebut.
Di SLB-E siswa cenderung memiliki aktifitas yang berlebih sehingga dalam pembelajaran anak membutuhkan metode yang tepat untuk menyalurkan tenaga yang berlebih. Dengan metode role playing juga membantu anak untuk memiliki pengalaman dari hasil belajar.
Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh
Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
·         Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan
·         Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak

·         Terkadang siswa lebih fokus pada permainan dari pada materi dalam permainan
·         Waktu yang dibutuhkan cukup lama
2.       
Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas adalah suatu cara atau metode mengajar yang menuntut siswa agar dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa mampu menyelesaikan tugas yang diberikan guru untuk dipelajari dan dipertanggungjawabkan.
·      Tugas harus direncanakan secara jelas dan sistematis, terutama tujuan penugasan dan cara pengerjaannya.
·      Tugas yang diberikan harus dipahami peserta didik, kapan mengerjakannya, cara mengerjakannya, berapa lama tugas tersebut harus dikerjakan, secara individu atau kelompok, dan lain-lain.
·      Apabila tugas tersebut berupa tugas kelompok perlu diupayakan agar seluruh anggota kelompok dapat terlibat secara aktif dalam proses penyelesaian tugas tersebut, terutama jika tugas diselesaikan diluar kelas.
·      Diupayakan guru mengontrol proses penyelesaian tugas yang dikerjakan oleh peserta didik.
·      Guru memberikan penilaian secara proporsional terhadap tugas-tugas yang dikerjakan peserta didik. Penilaian yang diberikan tidak hanya menitik beratkan pada produk tetapi juga proses penyelesaian tugas tersebut. Penilaian diberikan secara langsung setelah tugas diselesaikan oleh peserta didik.
Di SLB-E yang paling diutamakan adalah pembelajaran untuk mengendalikan anak. Hal ini dikarenakan permasalahan utama anak tunalaras adalam dalam pengendalian emosinya. Emosi anak tunalaras tidak stabil sehingga mereka sulit untuk tenang dan diarahkan. Oleh karena itu didalam SLB-E mereka dilatih untuk lebih tenang dan lebih sabar dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

·      Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama; dan
·      Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan berdiri sendiri

·      Seringkali anak didik melakukan penipuan di mana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri
·      Terkadang tugas itu dikerjakan orang lain tanpa pengawasan; dan
·      Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual

3.       
Latihan / Drill
Suatu teknik yang diartikan sebagai suatu cara mengajar dimana peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar pesertadidik memiliki ketangkasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang belum dipelajari. Latihan yang praktis, mudah dilakukan serta teratur melaksanakanya membina anak dalam meningkatkan penguasaan ketrampilan tersebut, bahkan mungkin peserta didik dapat memiliki ketangkasan itu dengan sempurna. Hal ini menunjang peserta didik dapat berprestasi dalam bidang tertentu misalnya: juara lari, sepak bola atau juara bersepeda. Teknik ini biasanya digunakan dalam bidang olah raga.
·         Digunakan dalam pembelajaran atau tindakan yang dilakukan secara otomatis, tanpa mengunakan pemikiran dan pertimbangan yang mendalam. Dapat digunakna dalam cara cepat seperti meng Hafal, menghitung lari dsb.
·      Memilih latihan yang mempunyai arti luas atau dapat menenamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan. Latihan itu juga mampu menyadarkan peserta didik kegunaan latihan untuk kehidupanya di masa sekarang ataupun masa yang akan datang.
·      Instruktur harus lebih menekankan pada diagnosa, karena latihan permulaan belum bisa membuat peserta didik mampu melakukan ketrampilan yang sesuai dengan apa yang diharapokan pelatih dengan sempurna.
·      Guru/pelatih meneliti kesulitan atau hambatang yang dialami peserta didik, sehingga dapat memilih/menentukan latihan mana yang perlu diperbaiki.
·      Mengutamakan ketepatan agar peserta didik melakukan latihan secara tepat, kemudian diperhatikan kecepatan dan ketepatan.
·      Guru menghitung waktu yang diperlukan untuk latihan agar anak tidak merasa bosan dan memberikan variasai latihan agar menarik bila perlu mengubah situasi dan kondisi sehingga menumbuhkan semangat pada diri anak.
·      Guru dan siswa harus mengutamakan proses pokok atau inti sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu dalam latihan.
·      Guru perlu memperhatikan adanya perbedaan anatara peserta didik sehingga kemampuan dan kebutuhan masing-masing anak dapat disalurkan/dikembangkan, maka dalam latihan guru perlu memperhatikan latihan perorangan.
Di SLB-E dibutuhkan metode pembelajaran drill karena metode ini betupa kegiatan latihan dengan pengulangan supaya anak tidak mudah lupa terhadap materi yang sudah diajarkan.
·       Pengertian siswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang.
·       Siswa siap menggunakan keterampilannya karena sudah dibiasakan. Proses pembelajaran akan lebih menarik.
·       Siswa dapat membandingkan antara teori dan kenyataan.
·       Pesan-pesan yang disampaikan/diperagakan akan lebih diingat dan bertahan lama
·      Sering terjadi cara-cara / gerak yang tidak bisa dirubah, karena adalah cara atau teknik yang telah dibakukan. Maka hal tersebuta akan menghambat bakat peserta didik.
·      Mereka tidak boleh menggunakan cara lain menurut pikiranya sendiri
·      Dalam latihan individual, perlu mangembangkan bakat anak serta mendorong sejauh tidak menyimpang dari penguasaan ketrampilan yang akan dicapai.

Metode pembelajaran Role Playing, Pemberian Tugas, dan Latihan / Drill pada metode ini lebih menekankan pada teori belajar behavioristik karena dengan metode pembelajaran Role Playing dan Pemberian Tugas diharapkan aktivitas tuna laras bisa diarahkan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Makalah Telaah Kritis Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

MAKALAH TELAAH KRITIS
Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pediatri Sosial
Dosen Pengampu : Drs. A. Salim Choiri, M.Si
Disusun oleh:
Ratih Adityaningrum
K5111049
B
Pendidikan Luar Biasa
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret
Surakarta
2014

Contoh RPP Micro Teaching : Membuka & Menutup Pelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MICROTEACHING

Satuan Pendidikan                  : SDLB-E
Bidang studi                           : Ilmu Pengetahuan
                                    Mata pelajaran                         : Ilmu Pengetahuan Alam
                                    Pokok bahasan                        : Mengenal bagian-bagian utama hewan dan 
                                                                                      tumbuhan di sekitar rumah dan sekolah 
                                                                                      melalui pengamatan                         
Kelas                                       : 2
                                    Semester                                  : 1
                                    Waktu                                     : 15 menit


Contoh RPP Tematik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan      : SDLB-D
Kelas  /  Semester        : I  / 2
Mata pelajaran            : IPS dan PKN
Tema                           : Kesehatan
Alokasi Waktu            : 3 x pertemuan

Contoh RPP Micro Teaching : Memberikan Variasi


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MICRO TEACHING

Satuan Pendidikan                  : SDLB-D
Bidang Studi                           : Tematik
Mata Pelajaran                         : PKn & IPS
Pokok Bahasan                        : Kesehatan
Kelas                                        : 1
Semester                                  : 2
Waktu                                      : 15 menit.



Contoh RPP Micro Teaching : Menjelaskan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MICRO TEACHING

                                    Satuan Pendidikan                  : SDLB-C
                                    Mata pelajaran                         : Ilmu Pengetahuan Alam
Pokok Bahasan/KD                : Mengidentifikasi benda padat yang    
                                               disekitarnya
Kelas                                       : 1 ( Satu )
                                    Semester                                  : 2 ( Dua )
                                    Waktu                                     : 15 menit

Contoh RPP Micro Teaching : Bertanya Tingkat Lanjut

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MICRO TEACHING

Satuan pendidikan              : SDLB - B
Mata pelajaran                      : IPA
Materi ajar                         : Menampilkan bagian - bagian tubuh
  Kelas                                 : 1
Semester                            : 1
Waktu                                : 15 menit