Sunday, April 27, 2014

Goodnight, Daddy

Kisah Keluarga | Surat untuk ayah

Hai ayah, bapakku.

Hampir satu tahun ( 27 mei 2014 ) engkau pergi, tapi mengapa aku merasa kalau bapak masih selalu ada. Aku benci karena ayah pergi, kembali kepada tuhan. Kau tau ayah? Hidup kami tanpamu.
 

Ibu, sekarang beliau disebut janda. Janda ayah? Betapa beratnya itu. Sekarang nggak ada lagi mas joni (sepupu) yang bisa nyopir mobil. Ketika ibu mengambil sopir, ibu sampe harus dikata2in. Memang janda adalah status yang serba salah, apa ibuku juga salah. Janganlah takut ibuku mengambil suami orang lain, karena aku akan selalu menjaga ibu, bapakku hanya satu ! Nggak pernah ada yang mampu menggantikan posisi bapakku .

Tatag pak, adikku satu2nya, setelah bapak pergi, nggak ada siapa siapa yang dia takuti, dia menjadi seenaknya sendiri. Harusnya dia yang menguatkan kami, tapi mengapa dia yang membuatku menangis dan mengingatmu ayah. Aku hanya ingin, tatag menjadi anak yang mandiri, jangan plinplan, detik ini minta ini detik selanjutnya dia merengek dan meminta yang lain.
 

Bapak apa kabar? Ratih, tatag, dan ibu baik pak. Sehat. Mbah nah juga baik pak. Ratih kangen banget karo bapak. Seandainya saat itu aku menjadi seseorang yang tanggap dan tau keadaan, bapak mestinya enggak pergi. Kadang ratih sedih, kalau mengingat kejadian 27 mei tahun lalu.
 

Bapak baik2 ya disana. Ratih sekarang udah semester 6, udah latihan ngajar di slb, liburan besok ratih mau kkn di sragen. Doakan ya pak, ratih taun depan bisa lulus. Dan bisa ikut tes cpns dan lulus. Beberapa orang ngakon ratih buat ngambil s2, tapi apalah s2? s1 saja belum selesai, masak mikirin s2, jalani dulu hari ini dengan baik2 saja. Masalah besok, ya pikirkan besok.
 

Pak besok tanggal 30 dan 31 april ratih mau liburan kebali sama ibuk dan tatag, ratih menang hadiah nyang bali pakk, ratih menang, ratih melu lomba blog soko blog.iyaa.com pak. Pak, terimakasih sudah selalu mendoakan kami. Doain ya pak, slamat sampai bali, dan kembali ke rumah dengan sehat dan selamat, amin
 

Bapak sudah mengajarkan aku untuk santai, nggak perlu memikirkan sesuatu dan berakhir dengan Gila !!! Jalani nikmati dan syukuri. Alhamdulilah ratih bangga menjadi anak bapak :) ratih sayang banget karo bapak, ibuk, tatag.
 

Sekian dulu ya pak, sampai jumpa di surat berikutnya.