Monday, July 8, 2013

Tanpa Sosok Bapak

7 Hari berlalu dengan cepat, aku hanya tau bapak pergi untuk sementara dan nanti akan pulang. Aku menjalani 7 hari tanpa perasaan terluka.Aku bahkan tersenyum dan bilang tak apa apa. Tapi kenapa aku harus tersenyum padahal aku menangis tanpa henti. Semua itu karena alasan yang bodoh karena aku anak pertama yang harus tetap kuat dan tersenyum untuk ibu dan adikku.

40 Hari tanpa bapak, semua bilang bapak selalu ada disampingku namun mata ini seakan tak mampu membaca setiap nafas bapak. Aku mulai menyadari kalau bapak benar-benar pergi dan tak pernah bisa kembali.

43 Hari tanpa bapak, malam ini aku sendirian malam dimana aku bebas meluapkan air mata ini. Bahkan setiap ibu menangis aku selalu bilang bapak bahagia disana, bu . Tapi apa ? aku malah menangis sendirian disini. Yang terakhir dan selalu aku kenang selamanya saat bapak tersenyum terakhir kalinya padaku.

Bapak sekarang lagi apa ? Besok sudah mulai puasa, puasa pertama tanpa bapak. Aku selalu berharap bapak hanya pergi sebentar dan pulang menemani aku ibu dan tatag lagi. Tapi itu hanya harapanku saja dan tak mungkin . Bahkan untuk membayangkan puasa tanpa bapak saja aku tak pernah berani. Mungkin hanya tetes air mata ini yang mampu mengungkapkan betapa terlukanya aku tanpa bapak.



                                                                                                Dibuat di Klaten, 20:57 08/07/2013 dengan suasana sepi disekitarku

2 comments:

Leo Agung Kurniawan said...

semoga ayah saudara tenang disana dan mendoakan anda untuk tetap berkarya.. Amin.

Agustinus Darto Iwan Setiawan said...

ikut bersedih mbak, tapi ketegaran hati harus manjadi yg utama...terus semangat ya mbak