Thursday, March 21, 2013

PENGERTIAN SENI BUDAYA DAN MACAM-MACAMNYA

PENGERTIAN SENI BUDAYA DAN MACAM-MACAMNYA
A. Pengertian Budaya
Budaya berasal dari bahasa Sansekerta (Buddayah), dan bentuk jamaknya adalah Budi dan Daya.
    1. Budi   : artinya akal, pikiran, nalar
    2. Daya  : artinya usaha, upaya, Ikhtiar
    Jadi kebudayaan adalah segala akal pikiran dalam berupaya atau berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
 
B. Pengertian Seni:
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).
 
adapun beberapa teori seni rupa menurut beberapa tokoh :
 1. Ki. Hadjar Dewantara 
Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan bersifat indah, menyenangkan dan dapat menggerakan jiwa manusia,
2. Herbert Read
 Aktivitas menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan,
3. Ahdiat Karta Miharja
   Kegiatan rohani yang merefleksi pada jasmani, dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa orang lain.

C. Cabang-cabang Seni ada 5 yaitu :
1. Seni Rupa
2. Seni Tari/gerak
3. Seni Suara/Vocal/Musik
4. Seni Sastra
5. SeniTeater/drama
 
1.      Macam-Macam Seni Rupa :
Seni Rupa Menurut Fungsinya :
a. Seni Rupa Murni (Fine Art) :
   Seni rupa yang diciptakan tanpa mempertimbangkan kegunaannya atau seni bebas (Free Art).
    Contoh : seni lukis, seni patung, seni grafika dll.
b. Seni Rupa Terapan/pakai (Applied Art):

1. Seni lukis : Karya seni dua demensi yang bisa mengungkapkan pengalaman atau perasaan si pencipta. Pelukis yang sedang sedih akan tercipta karya yang bersifat susah, sedangkan pelukis yang sedang gembira akan tercipta karya yang riang. Karya tersebut terlihat pada goresan, garis-garis dan pewarnaan.
2. Seni Kriya : Karya  seni  terapan  yang  mengutamakan  kegunaan  dan  keindahan (estetis)  yang  bisa  menarik  konsumen. Seni  kriya/kerajinan (handy Craff)  ini biasanya untuk hiasan dan cenderamata.  Karena  karya  ini termasuk  karya  yang di perjual belikan dan berguna bagi kehidupan masyarakat sehari- hari baik untuk alat rumah tangga maupun untuk hiasan. Bahkan satu desain kriya ini bisa di produksi dalam jumlah banyak oleh industri dan di pasarkan sebagai barang dagangan.
3. Seni Patung :Seni Patung termasuk karya 3 Demensi. Karya seni ini termasuk seni murni yang diciptakan untuk mengungkapkan ide-ide dan perasaan dari seniman yang mempunyai nilai  estestis yang tinggi.
4. Seni Dekorasi : Karya seni yang bertujuan menghias suatu ruangan agar lebih indah. Contoh : Interior (dalam ruang : kamar, ruang pertemuan, panggung, dll)
Eksterior (luar ruang : taman, kebun)
5. Seni Reklame: Reklame berasal dari Bahasa Latin (Re dan Clamo) artinya berteriak berulang-ulang. Tujuannya untuk mempengaruhi, mengajak, menghimbau orang lain. Contoh : iklan, spanduk,  poster, dll
2.       Macam-Macam Seni Suara/Musik :
1. Musik klasik
2. Musik jazz
3. Musik pop
4. Musik bosa
5. Musik rock
6. Musik tradisional, dll.
3.      Macam-Macam Seni Tari/Gerak :
1. Tari klasik
2. Tari kreasi baru
3. Tari tradisional
4. Tari modern, dll.
4.      Macam-Macam Seni Sastra :
1. Puisi
2. Cerpen
3. Prosa
4 Pantun, dll.
5.      Macam-Macam Seni Teater/Drama :
1. Teater lama
2. Teater komedi
3. Teater baru
4. Sendratasik (seni drama dan musik)
D. Tokoh-Tokoh Seni Budaya :
A. TOKOH SENI RUPA
  • TOKOH SENI RUPA MANCA NEGARA
  1. Hieronymous Bosch, 1450-1516 (Pelukis-Belanda)
  2. Frans Hals, 1580/85-1666 (Pelukis-Belanda)
  3. Leonardo da Vinci (Arsitek, Pelukis – Italia)
  4. Michelangelo (Pemahat, Pelukis – Italia)
  5. Vincent van Gogh (Pelukis – Belanda)
  6. Rembrand Van Rijn (Pelukis – Belanda)
  7. Pablo Piccaso (Pelukis – Spanyol)
  8. Rubens (Pelukis – Belanda)
  9. Titian
  10. Teodhore Gericault (Pelukis – Prancis) ………………………….. 1, 2, 3, 4, 5
  11. Jacques Louis David, 1748-1825 (Pelukis – Prancis) …………. 1, 2, 3, 4, 5
  12. Ingres, 1780-1867 (Pelukis – Prancis)
  13. Claudio Monet, (Pelukis – Prancis)
  14. Edouard Manet(Pelukis – Prancis)
  15. Piere Auguste Renoir, (Pelukis – Prancis)
  16. Salvador DalĂ­, (Pelukis – Spanyol) . …………………………………..  1, 2, 3, 4
  17. Edgar Degas19 Juli 1834 (Pelukis – Paris) ………………………….  1, 2, 3, 4
  • TOKOH SENI RUPA INDONESIA ;
  1. Affandi (Pelukis)
  2. Agus Djaya (Pelukis – Art Consultant)
  3. Basuki Abdullah (Pelukis)
  4. Raden Saleh (Pelukis) ………………………………………………….. 1, 2, 3, 4, 5
  5. Hendra Gunawan (Pelukis)
  6. Lee Man Fong (Pelukis)
  7. Otto Djaya (Pelukis)
  8. Dullah (Pelukis)
  9. Soedjojono (Pelukis)
  10. Wakidi (Pelukis)
  11. Soenaryo (Pelukis)
  12. I Nyoman Nuarta (Pematung)
  13. I Nyoman Gunarsa (Pelukis)
  14. Antonio Blanco (Pelukis)
  15. Lee Mayor (Pelukis)
  16. Rudolf Bonet (Pelukis)
  17. Heng Ngantung (Pelukis)
  18. F. Widayanto (Keramikus) ……………………………………………. 1, 2, 3, 4, 5
B. TOKOH SENI PANGGUNG/PERTUNJUKAN
  • TOKOH SENI PANGGUNG MANCA NEGARA
  1. Shakespeare, (Sandiwara – Inggris)
  2. Verdi, 1800 an (Drama – Italia)
  3. Wagner, 1800 an (Drama – Jerman)
  4. Puccini, 1900 an (Drama – Italia)
  5. Boris Christoff, (Drama -            )
  6. Sherley Verrett, (Drama -         )
  • TOKOH SENI PANGGUNG INDONESIA
  1. Sardono W. Kusumo (Koreografer)
  2. Bagong Kusudiarjo (Koreografer – Pelukis)
  3. Didiek Ninithowok (Koreografer)
  4. Srimulat (Drama – Lawak)
  5. Ki Siswondo (Ketoprak)
  6. Cak Doerasim (Ludruk)
  7. Ki Nartosabdo (Pedhalangan-Wayang Kulit)
  8. Ki Timbul Hadiprajitno (Pedhalangan-Wayang Kulit)
  9. Ki Anom Soeroto (Pedhalangan-Wayang Kulit)
  10. Ki Mantep Darsono (Pedhalangan-Wayang Kulit)
  11. Ki Enthus Soesmono (Pedhalangan-Wayang Kulit)
  12. Retno Maruti (Tari Tradisional Jawa)
  13. Guntur Soekarno (Koreografer)
C. TOKOH SENI MUSIK
  • TOKOH SENI MUSIK MANCA NEGARA
  1. Mozart (Komponis – Austria)
  2. Ludwig van Beethoven (Komponis – Jerman)
  • TOKOH SENI MUSIK INDONESIA
  1. Ebiet G. Ade (Pencipta Lagu – Penyanyi)
  2. Iwan Fals (Pencipta Lagu – Penyanyi)
  3. H. Rhoma Irama (Pencipta Lagu – Penyanyi)
  4. Titiek Puspa (Pencipta Lagu – Penyanyi)
  5. Broery Marantika (Penyanyi)
  6. Harvey Malaiholo (Penyanyi)
  7. Gesang (Pencipta Lagu – Penyanyi)
  8. Didie Kempot (Pencipta Lagu – Penyanyi)
  9. Jadug Ferianto (Pemusik)
  10. Franki Sahilatua (Pencipta Lagu – Penyanyi)
D. TOKOH SENI SASTRA
  • TOKOH SASTRA MANCA NEGARA
  1. William Shakespeare  (1564) …………………………………  Romeo and Juliet
  2. Walmiki (India) ……………………………………………………  Kisah Ramayana
  • TOKOH SASTRA INDONESIA
  1. Prapanca (Dang Acarya Nadendra) …………….  Kakawin Negarakertagama
  2. Mpu Sedah (Kerajaan Kadiri) …………………………..  Kakawin  Mahabharata
  3. Yasadipura I (Pujangga) …………………………………………  Serat Bima Suci
  4. Mangkunegara IV (Pujangga) …………………………………  Serat Wedatama
  5. Paku Buana IV (Pujangga) ……………………………………  Serat Wulang Reh
  6. Ngabehi Rangga Warsito (Pujangga) ……………………..  Serat Jaka Lodang
  7. Buya Hamka (Sastrawan) …………………………………………..  Laila Majnun
  8. Chairil Anwar (Penyair) ………………………………  Aku Ini Binatang Jalang
  9. HB. Jassin (Pengarang-Kritikus)
  10. WS. Rendra (Penyair-Dramawan) ………………………….  Panembahan Reso
E. TOKOH KEBUDAYAAN
  • TOKOH KEBUDAYAAN MANCA NEGARA
  • TOKOH KEBUDAYAAN INDONESIA
  1. Bung Karno
  2. Gus Dur
  3. Emha Ainun Najib 
  4. Kang Sobari
  5. Soejiwo Tejo
  6. Butet Kertarajasa
http://pandjipainting.wordpress.com/tokoh-senibudayaa/
 

Tugas Sains Smst 4 : Metode Ilmiah, Keterampilan Proses IPA, Sikap Ilmiah


  • PENGERTIAN METODE ILMIAH

Metode ilmiah  atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut kemudian diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, maka hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.


Penelitian ilmiah berfokus pada metode yang kokoh untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid. Penelitian ilmiah bersifat lebih obyektif karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman dan intuisi peneliti semata yang bersifat subyektif. Penelitian iliah melibatkan theory construction dan theory verification.konstruksi teori yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya. Selanjutnya dengan menggunakan fakta, maka hipotesis tersebut diuji secara empiris.

  • KETERAMPILAN PROSES IPA


Menurut Srini (2001:54) dinyatakan bahwa keterampilan proses IPA adalah keterampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan di antaranya, adalah:

mengamati, mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan variabel,merumuskan hipotesis, membuat grafik, dan tabel data membuat definisi

operasional dan melakukan eksperimen. Untuk lebih jelasnya kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan keterampilan proses IPA adalah:

  1. Pengamatan : Pengamatan ilmiah adalah proses pengumpulan informasi dengan mempergunakan semua indera atau memakai alat untuk membantu pancaindera, misalnya kaca pembesar yang digunakan untuk membantu penglihatan. IPA dimulai dengan pengamatan alam semesta. Agar muridmurid terampil melakukan pengamatan, mereka harus dilatih mempergunakan pancaindera, dan mereka harus belajar membedakan baik-baik antara pengamatan yang sebenarnya dan penafsiran.
  2. Pengklasifikasian : Kemampuan untuk mengklasifikasikan dan menyusun menurut urutan logis, merupakan keterampilan dasar IPA dan Matematika. Pengklasifikasian adalah mengatur, menyusun atau mendistribusikan objek-objek, kejadian-kejadian, atau informasi ke dalam golongan atau kelas dengan mempergunakan cara tertentu atau sistem tertentu.
  3. Pengukuran : Definisi membuat pengukuran adalah membuat observasi kuantitatif dengan jalan membandingkan suatu standar konvensional atau non konvensional. Misalnya mempergunakan thermometer untuk menentukan suhu akhir dalam derajat celcius air lelehan bongkahan es.
  4. Identifikasi dan pengendalian variabel : Identifikasi variabel adalah menandai karakteristik objek atau faktor dalamkejadian/peristiwa yang tetap dan yang berubah di dalam kondisi yangberbeda-beda. Mengendalikan variabel merupakan salah satu komponenpenting dalam kegiatan melakukan kegiatan ilmiah. Ada tiga variabeldalam penelitian ilmiah, yaitu variabel terikat, variabel bebas, dan variabelterkontrol. Variabel bebas adalah variabel yang sengaja diubah-ubah olehpeneliti di dalam suatu penelitian. Variabel terikat adalah variabel yangberubah di dalam suatu penelitian sebagai akibat suatu perubahan variabelbebas. Sedangkan variabel terkontrol adalah variabel yang sengaja dibuatkonstan di dalam suatu penelitian untuk mendapatkan hasil ayng mantap.
  5. Perumusan hipotesis: Hipotesis adalah dugaan tentang hubungan alasan yang mungkinditemukan di dalam percobaan/penelitian. Hipotesis biasanya dipakaisebagai penuntun dalam penelitian. Seringkali kali dinyatakan dalam bentuk pernyataan seperti: "Makin besar variabel bebas, makin kecil variabel terikatnya". Untuk kelas-kelas rendah di Sekolah Dasar, salah satu cara untuk memancing murid-murid merumuskan hipotesis adalah pertanyaan-pertanyaan operasional seperti : Apakah penambahan garam k dalam air membuat benda ini terapung? Dengan hipotesis ini memberi arahan bagi anak-anak untuk melakukan suatu upaya mendapatkan efekefek yang dapat diamati sebagai akibat dari sesuatu.
  6. Perancangan eksperimen: Melakukan eksperimen adalah melakukan kegiatan percobaan-percobaan, yang nantinya dapat digunakan untuk mendapatkan data yang baik. Anakanak di Sekolah Dasar harus dilatih untuk melakukan eksperimen, walaupun masih dalam taraf yang sederhana, hal ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk senang melakukan percobaan yang selanjutnya.
  7. Pengkomunikasian : Di sekolah dasar pengkomunikasian berarti mencatat data yang didapatsebagai hasil eksperimen dalam bentuk yang dapat dipahami oleh oranglain. Anak-anak belajar berkomunikasi dengan berbagai cara, merekabelajar mengambil gambar dengan teliti, membuat diagram-diagram,membuat tabel dan grafik yang sesuai. Mereka belajar membuat modelyang tepat dan mempergunakan bahasa yang jelas bila mendeskripsikansuatu objek atau kejadian. Peran guru di sini adalah membantu anak-anak berlatih berkomunikasi dan membantu mereka mengevaluasi apa yang mereka katakan. [Source]


  • SIKAP ILMIAH

Sikap ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang seharusnya dimilikioleh seorang peneliti. Untuk dapat melalui proses penelitian yang baikdan hasil yang baik pula, penelitiharus memiliki sifat-sifat berikut ini.

  1. Mampu Membedakan Fakta dan Opini Fakta adalah suatu kenyataan yang disertai bukti-bukti ilmiah dandapatdipertanggungjawabkan kebenarannya, sedangkan opini adalahpendapat pribadi dariseseorang yang tidak dapat dibuktikankebenarannya sehingga di dalam melakukan studikepustakaan, seorangpeneliti hendaknya mampu membedakan antara fakta dan opiniagarhasil penelitiannya tepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkankebenarannya.
  2. Berani dan Santun dalam Mengajukan Pertanyaan dan Argumentasi : Peneliti yang baik selalu mengedepankan sifat rendah hati ketikaberada dalam satu ruangdengan orang lain. Begitu juga pada saatbertanya, berargumentasi, atau mempertahankan hasil penelitiannya akansenantiasa menjunjung tinggi sopan santun dan menghindari perdebatansecara emosi. Kepala tetap dingin, tetapi tetap berani mempertahankankebenaranyang diyakininya karena yakin bahwa pendapatnya sudahdilengkapi dengan fakta yang jelassumbernya.
  3. Mengembangkan Keingintahuan: Peneliti yang baik senantiasa haus menuntut ilmu, ia selalu berusahamemperluas pengetahuandan wawasannya, tidak ingin ketinggalaninformasi di segala bidang, dan selalu berusahamengikuti perkembanganilmu pengetahuan yang semakin hari semakin canggih dan modern.
  4. Kepedulian terhadap Lingkungan: Dalam melakukan penelitian, peneliti yang baik senantiasa peduliterhadap lingkungannya danselalu berusaha agar penelitian yangdilakukannya membawa dampak yang positif bagi lingkungan dan bukansebaliknya, yaitu justru merusak lingkungan. Semua usaha dilakukan untuk melestarikan lingkungan agar bermanfaat bagi generasi selanjutnya.
  5. Berpendapat secara Ilmiah dan Kritis: Pendapat seorang peneliti yang baik selalu bersifat ilmiah dan tidakmengada-ada tanpa buktiyang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu, peneliti juga harus kritisterhadap permasalahan yang terjadi dan berkembang di sekitarnya.
  6. Berani Mengusulkan Perbaikan atas Suatu Kondisi dan Bertanggung Jawabterhadap Usulannya : Peneliti yang baik senantiasa berani dan bertanggung jawabterhadap konsekuensi yangharus dihadapinya jika sudah mengusulkansesuatu. Usulan tersebut selalu diembannyadengan baik dandilaksanakan semaksimal mungkin, kemudian diwujudkannyadalambentuk nyata sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh orang lain.
  7. Bekerja Sama: Dalam kehidupan sehari-hari, peneliti yang baik mampu bekerjasama dengan orang lain dan tidak individualis atau mementingkan dirisendiri. Ia meyakini bahwa dirinya tidak dapat hidup tanpa bantuanorang lain sehingga keberadaannya senantiasa diharapkan oleh orang lain.
  8. Jujur terhadap Fakta: Peneliti yang baik harus jujur terhadap fakta dan tidak bolehmemanipulasi fakta demikepentingan penelitiannya karena penelitianyang baik harus berlandaskan pada studikepustakaan yang benar agarkelak jika orang lain melakukan penelitian yang sama,didapatkan hasilyang sama pula. Apa pun fakta yang diperolehnya, ia harus yakin bahwaitulah yang sebenarnya.
  9. Tekun: Sebuah penelitian kadang kala memerlukan waktu yang pendekuntuk menghasilkan sebuahteori, tetapi kadang kala memerlukan waktuyang sangat lama, bahkan bertahun-tahun.Seorang peneliti yang baikharus tekun dalam penelitian yang dilakukannya, tidak bolehmalas,mudah jenuh, dan ceroboh, juga harus rajin, bersemangat, serta tidakmudah putus asa.Dengan demikian, ia akan mendapatkan hasil yang memuaskan. (Ari Sulistyorini) [Source]