Tuesday, November 20, 2012

Dampak Keluarbiasaan


Tunadaksa merupakan sebutan halus bagi orang-orang yang memiliki kelainan fisik,khususnya anggota badan, seperti kaki,tangan, atau bentuk tubuh. Salah seorang guru dan salah satu sekolah SLB mengatakan tunadaksa adalah istilah lain tunafisik—berbagi jenis gangguan fisik yang berhubungan dengan kemampuan motorik dan beberapa gejala mengakibatkan seseorang mengalami hambatan dalam mengikuti pendidikan normal, serta dalam proses penyesuaian diri dengan lingkungannya.. Tunadaksa ada yang memiliki kemampuan daya pikir lebih tinggi dibandingkan anak normal pada umumnya.
 Tidak  jarang kelainan yang dialami oleh penyandang tunadaksa tidak membawa pengaruh buruk terhadap perkembanganjiwa dan pertumbuhan fisik serta kepribadiaannya. Demikian pula ada diantara anak tunadaksa hnaya nengalami sedikit hambatan sehingga mereka dapat mengikuti pendidikan sebagaimana anak normal.
Ø  Pengertian Anak Tuna Daksa
Istilah tunadaksa merupakan istilah lain dari cacat tubuh atau tuna fisik,yaitu berbagai kelainan bentuk tubuh yang mengakibatkan kelainan fungsi dari tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan yang dibutuhkan. Pada jenis anak tunadaksa tertentu disertai juga dengan kelainan panca indera kecerdasan.

Ø  Ciri – Ciri Anak Tuna Daksa
1.      Anggota gerak tubuh tidak bisa digerakkan / lemah / kaku / lumpuh.
2.      Setiap bergerak mengalami kesulitan.
3.      Tidak memiliki anggota gerak lengkap.
4.      Terdapat anggota gerak yang tak sama dengan keadaan normal pada umumnya. Misalnya jumlah yang lebih, ukuran yang lebih kecil, dan sebagainya.
Ø  Klasifikasi Anak Tuna Daksa
1.      Cerebral palsy adalah suatu kelainan pada gerak tubuh yang ada hubungannya dengan kerusakan otak yang menetap. Akibatnya otak tidak berkembang, tetapi bukan suatu penyakit yang progresif. CP merupakan keadaan yang komplek,tidak hnya menjadi gangguan gerak,tetapi bisa juga menjadi gangguan pada pendengaran,penglihatan, kecerdasan dan bicara,oleh karena itu anak dengan CP dianggap sebagai kelainan yang komplek.
2.      Poliomielities adalah suatu penyakit akut (mendadak) dan menular disebabkan oleh virus pilio yang menyerang kornu anterior atau serabut saraf penggerak ke sumsum tulang belakang. Akibat penyakit poliomielities sistem kerja persyarafan otak dan sumsum tulang belakang menjadi terganggu sehingga mengakibatkan kelumpuhan dan pengecilan otot anggota gerak tubuh.
3.      Muskular distropi adalah suatu penyakit yang menyebabkan terjadimya kemunduran dan kelemahan otot lurik, tanpa diketahui sebabnya apakah kelainan syaraf pusat atau saraf tepi. Penyakit ini merupakan suatu penyakit yang khas mengenai otot.
4.      Kelainan anggota gerak adalah hilangnya anggota sebagian atau secara keseluruhan dari anggota gerak atas atau anggota gerak bawah. Anggota gerak yang hilang ini akibat kelainan bawaan yang disebabkan karena adanya gangguan proses pertumbuhan dan perkembangan selama dalam kandungan pada 4 bulan pertama, sebagai akibat penyakit atau keracunan oabt. Penyebab lain yakni setelah lahir.
Ø  Dampak Keluarbiasaan Pada Aspek Fisik
a.       Kesulitan aktivitas motorik
·         Hiperaktif
·         Hipoaktif
·         Gangguan koordinasi motorik
Ciri gangguan koordinasi gerak adalah ketidakselaran gerak baik antara gerak motorik halus maupun gerak motorik kasar.
b.      Kesulitan dalam penyesuaian diri
Disebabkan karena keadaan atau kondisi fisik yang dialami dan disebabkan oleh respon masyarakat atau lingkungan.
c.       Hambatan dalam perkembangan kognitif
Hambatan perkembangan yang disebabkan oleh keterbatasan fungsi gerak sangat mempengaruh eksplorasi lingkungan, sehingga menghambat perkembangan fungsi kognitif.
d.      Gangguan perhatian
Ø  Dampak Keluarbiasaan terhadap Ketunadaksaannya
a.       Keterbatasan gerak secara bebas menyebabkan eksplorasi lingkungan sulit dilakukan.
b.      Mengalami hambatan dalam mengolah informasi  yang bersifat perceptual-motor yang sangat penting dalam perkembangan keterampilan personal-sosial seperti makan, berpakaian, pergi ke toilet, dan bermain.
c.       Hambatan dalam akademik dan bahasa
d.      Anak sulit merespon tuntutan lingkungan yang kompleks.
e.       Anak-anak CP biasanya banyak mengalami cacat ganda.

Ø  Dampak Keluarbiasaan dari Segi Aspek Psikhis Anak
Ditinjau dari aspek psikologis anak tunadaksa memang cenderung merasa apatis, malu, rendah diri, sensitif dan kadang-kadang pula muncul sikap egois terhadap lingkungannya. Keadaan seperti ini mempengaruhi kemampuan dalam hal sosialisasi dan interaksi sosial terhadap lingkungan sekitarnya atau dalam pergaulan sehari-harinya.
Dengan adanya keluarbiasaan dalam diri seseorang sering eksistensinya sebagai
makhluk sosial dapat saja terganggu. Sebagai akibat dari ketunaan dan pengalaman pribadi anak itu maka efek psikologis yang ditimbulkannya juga tergantung dari seberapa berat ketunaan yang disandangnya itu, kapan saat terjadinya kecacatan, seberapa besar kualitas kecacatan dan karakteristik susunan kejiwaan anak atau siswa tersebut sangat mempengaruhi kondisi psikologisnya
Dari beberapa kajian yang telah dilakukan terhadap isolasi sosial anak, menunjukkan anak sering menjadi kaku, mudah marah dan bila dihubungkan dengan perilakunya menunjukkan seakan bukan pemaaf dan tidak mempunyai rasa sensitif terhadap orang lain. Hal lain menunjukkan bahwa anak-anak seperti itu mempunyai kesulitan mendasar dalam hal sosialisasi dan bahkan komunikasi.
Sifat-sifat seperti itu merupakan rintangan utama dalam melakukan kepuasan hubungan interpersonal bagi anak-anak luar biasa. Ketersendirian sebagai akibat rasa rendah diri merupakan tantangan dalam melakukan sosialisasi dan penerimaan diri akan kelainan yang dimilikinya.

Ø   Dampak Keluarbiasaan bagi Keluarga
   Dampak keluarbiasaan anak bagi keluarga bervariasi. Ada orang tua yang merasa terpukul, pasrah menerima keadaan dan ada pula yang acuh terhadap keluarbiasaan tersebut. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi reaksi/sikap keluarga terhadap keluarbiasaan antara lain : tingkat pendidikan, latar belakang budaya, status sosial ekonomi keluarga, dan juga jenis dan tingkat keluarbiasaan.
Ø   Dampak Keluarbiasaan bagi Masyarakat
Sikap masyarakat terhadap keluarbiasaan mungkin juga akan bervariasi, tergantung dari dari latar belakang budaya dan tingkat pendidikan. Ada masyarakat yang bersimpati , ada yang acuh tak acuh, mungkin juga bersikap antipati.
Sumber :

Disusun oleh :  PLB '11 UNS
1.     Farida Rizky Astuti  / K5111016
2.     Fitria Wahyuningsih / K5111022
3.     Heni Lina Ningsih / K5111027


No comments: