Monday, October 8, 2012

Anak Berkemampuan Mental Rendah (ABMR)


SELUK BELUK
ANAK BERKEMAMPUAN MENTAL RENDAH

A.    Definisi Anak Berkemampuan Mental Rendah
Anak berkemampuan mental rendah adalah anak yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata anak normal. Selain itu  anak juga mengalami keterbelakangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan kurang cakap dalam memikirkan hal-hal yang abstrak.

Definisi Menurut Para Ahli :
1.      Menurut American on Mental Deficiency (AAMD)
Ø  American Association on Mental Deficiency (AAMD) dalam B3PTKSM, (p. 20) mendefinisikan ABMR sebagai kelainan fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (sub-average) yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes individual yang muncul sebelum usia 16 tahun dan menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif.
2.      Menurut Japan League for Mentally Retarded
Ø  Japan League for Mentally Retarded (1992: p.22) dalam B3PTKSM (p. 20-22), ABMR memiliki fungsi intelektual yang lamban, yaitu IQ 70 ke bawah berdasarkan tes intelegensi baku dan kekurangan dalam perilaku adaptif yang  terjadi pada masa perkembangan yaitu antara masa konsepsi hingga usia 18 tahun.
3.      Menurut The New Zealand Society for the Intellectually Handicapped
Ø  The New Zealand Society for the Intellectually Handicapped menyatakan bahwa Anak Berkemampuan Mental Rendah adalah anak yang memiliki kecerdasan yang jelas-jelas di bawah rata-rata dan berlangsung pada masa perkembangan serta terhambat dalam adaptasi tingkah laku terhadap lingkungan sosialnya.
4.      Menurut James D. Page
Ø  Kondisi perkembangan mental dibawah normal yang dibawa sejak lahir. Ditandai dengan intelegensi yang terbatas dan ketidakmampuan penyesuaian diri dengan lingkungannya.
5.      Menurut UU RI Nomor : 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat
Ø  Pasal 1 : Penyandang Cacat Retardasi Mental adalah setiap orang yang mempunyai kelainan mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan kegiatan secara layak.

B.     Istilah Lain Anak Berkemampuan Mental Rendah
1.      Lemah Fikiran ( feeble-minded)
2.      Terbelakang Mental (Mentally Retarded)
3.      Idiot
4.      Tolol (moron)
5.      Mampu Didik (Educable)
6.      Mampu Latih (Trainable)
7.      Mental Subnormal
8.      Defisit Mental ( Kognitif  )
9.      Cacat Mental
10.  Gangguan Intelektual

C.    Penyebab Anak Berkemampuan Mental Rendah
Ø  Faktor Keturunan
Disebabkan oleh kelainan kromosom atau autosom dari ibu atau bapak.
Ø  Faktor Gizi
Disebabkan oleh kurangnya gizi yang didapat janin saat dalam kandungan atau setelah lahir.
Ø  Faktor Infeksi atau Keracunan
Disebabkan oleh penyakit / racun / virus yang menyerang janin saat dalam kandungan.
Ø  Faktor Trauma atau Zat Radioaktif
Trauma Otak disebabkan oleh proses kelahiran yang menggunakan alat bantu. Zat radioaktif misalnya sinar X.
Ø  Masalah pada saat Kelahiran
hypoxia (kejang dan nafas pendek) menyebabkan kerusakan otak.
Ø  Faktor Lingkungan
Disebabkan oleh lingkungan misalnya keadaan orang tua.

D.    Usaha Pencegahan Anak Berkemampuan Mental Rendah
Beberapa usaha untuk mencegah timbulnya anak berkemampuan mental rendah :
Ø  Diagnostik Prenatal
Pemeriksaan kehamilan secara rutin sehingga dapat mengetahui perkembangan janin.
Ø  Tes Darah
Kemungkinan adanya gen keturunan Anak Berkemampuan Mental Rendah.
Ø  Imunisasi
Dapat mencegah timbulnya penyakit.
Ø  KB
Penyuluhan KB.
Ø  Penyuluhan Genetik dan Penyuluhan ABMR
Agar orangtua lebih tau tentang genetik sehingga mengurangi presentase timbulnya ABMR.
Ø  Operasi
Saat proses kelahiran supaya menjadi lancar sehingga mengurangi timbulnya ABMR.

E.     Klasifikasi Anak Berkemampuan Mental Rendah Untuk Pembelajaran
1.      American Association on Mental Retardation dalam Special Education in Ontario Schools mengklasifikasikan ABMR untuk keperluan akademik/pembelajaran menjadi tiga yaitu :
Ø  Educable
Yaitu anak yang masih memiliki kemampuan akademik setara dengan anak normal kelas 5 Sekolah Dasar.
Ø  Trainable
Yaitu anak yang memiliki kemampuan bina diri dan beradaptasi dengan lingkungan namun kemampuan akademiknya terbatas.
Ø  Custodial
Yaitu Dengan pemberian latihan secara rutin untuk melatih anak bina diri dan kemampuan secara komunikatif.
2.      B3PTKSM mengklasifikasikan ABMR untuk keperluan akademik/pembelajaran menjadi empat yaitu :
Ø  Taraf perbatasan (borderline) dalam pendidikan disebut sebagai lamban belajar (slow learner) dengan IQ 70 – 85.
Ø  Mampu didik (educable mentally retarded) dengan IQ 50 – 75.
Ø  Mampu latih (trainable mentally retarded) dengan IQ 30 – 50 atau IQ 35 – 55.
Ø  Butuh rawat (dependent or profoundly mentally retarded) dengan IQ dibawah 25 atau 30.
3.      ABMR diklasifikasikan atas dasar ciri-ciri jasmaniah menjadi lima yaitu :
Ø  Down Syindrome (mongoloid )
memiliki raut muka menyerupai orang mongol dengan mata sipit dan miring, lidah tebal suka menjulur keluar, telinga kecil, kulit kasar, susunan gigi kurang baik.
Ø  Kretin (cebol)
memiliki badan gemuk dan pendek, kaki dan tangan pendek dan bengkok, kulit kering, tebal, dan  keriput, rambut kering, lidah dan bibir, kelopak mata, telapak tangan dan kaki tebal, pertumbuhan gigi terlambat.
Ø  Hydrocephalus
Memiliki kepala besar, raut muka kecil, pandangan dan pendengaran tidak sempurna, mata kadang-kadang juling.
Ø  Microcephalus
Memiliki ukuran kepala yang kecil.
Ø  Macrocephalus
Memiliki ukuran kepala yang besar dari ukuran normal.
4.      Pengklasifikasian menurut berat ringannya ABMRnya :
Ø  Ringan (Debil) :
·         Kondisi fisiknya tidak berbeda anak normal lainnya
·         Mempunyai IQ anatara kisaran 50 s/d 70 Termasuk kelompok mampu didik artinya bisa didik (diajarkan membaca, menulis, dan berhitung)
·         Anak masih mampu menyelesaikan pendidikan setingkat kelas 4 SD.
Ø  Sedang (Imbesil) :
·         kelompok mampu latih.
·         kondisi fisiknya sudah terlihat.
·         IQ 30 - 50 .
·         Biasa menyelasaikan pendidikan setingkat kelas 2 SD.
Ø  Berat (Idiot) :
·         Tidak mampu menerima pendidikan akedemik.
·         Kelompok mampu rawat
·         IQ < 30
·         Membutuhkan bantuan orang lain .

F.     Karakteristik Anak Berkemampuan Mental Rendah
Ø  Dari Segi Intelektual :
·         Anak mampu menyadari situasi, benda dan orang disekitarnya, namun anak tidak mampu memahami keberadaan dirinya. Hal tersebut disebabkan oleh faktor bahasa dikarenakan mereka sulit mengatakan atau menyampaikan kata yang diinginkan.
·         Anak mengalami kesulitan untuk memecahkan masalah yang ada, tidak mampu membuat suatu rencana bagi dirinya, dan anak juga sulit untuk memilih alternatif pilihan yang berbeda.
·         Anak mengalami kesulitan untuk menuliskan simbol-angka.
·         Kemampuan belajar anak sangat terbatas.
Ø  Dari Segi Tingkah Laku :
·         Anak kesulitan dalam memusatkan perhatian.
·         Anak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas.
·         Anak kurang percaya diri dan selalu bergantung pada orang lain.
·         Anak kurang bertoleransi pada orang lain.
Jadi dapat disimpulkan bahwa karakteristik Anak Berkemampuan Mental Rendah adalah :
1.      Kurang dalam melakukan koordinasi gerak dan sensorinya,
2.      Rendahnya rasa toleransi
3.      Kurangnya kemampuan untuk memahami konsep-konsep yang bersifat akademik
4.      Kurang mampu memusatkan perhatian
5.      Kesulitan dalam berbahasa
6.      Kurangnya kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan dan melakukan pekerjaan.

G.    Usaha Penanganan Anak Bermampuan Mental Rendah
Penanganan Anak Berkebutuhan Mental Rendah adalah
1.      Pelatihan Binadiri
Pelatihan ini berguna agar anak mampu mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain/orang tua.
2.      Pendidikan SLB
Agar ABMR juga mengeyam pendidikan sehingga ABMR tidak dianggap sebagai anak yang bodoh.
H.    Tempat & Sistem Pendidikan Anak Berkemampuan Mental Rendah
Ada beberapa macam tempat dan sistem pendidikan untuk anak berkemampuan mental rendah yaitu
1.      Pendidikan Segregasi
Yaitu Sekolah yang memisahkan ABK dari sekolah reguler. Misalnya : SLB/A, SLB/B, SLB/C, SLB/D, SLB/E.
Keunggulan Pendidikan Segregasi :
Ø  Komunikasi lebih mudah dan lancar.
Ø  Metode pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Ø  Guru dari PLB
Ø  Sarana & Prasarana Lengkap
Ø  Diakui kesamaan hak dengan anak normal dalam memperoleh ilmu
Ø  Bakat, minat, dan kemampuan dapat dikembangkan
Kelemahan Pendidikan Segregasi :
Ø  Sosialisasi terbatas
Ø   Penyelenggaraan pendidikan mahal
Ø  Bebas bersaing
Ø  menumbuhkan kesenjangan kualitas pendidikan.
Ø  Menumbuhkan disintegrasi
2.      Pendidikan Integrasi
Yaitu pendidikan yang merujuk Anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah disekolah reguler.
Keunggulan pendidikan Integrasi :
Ø  ABK dapat belajar bersama-sama dengan Anak Normal
Ø  ABK mendapatkan suasana yang lebih kompetitif
Ø  Dapat membangun Percaya diri
Ø  Kurikulum pembelajaran lebih baik
Kelemahan Pendidikan Integrasi :
Ø  ABK harus menyesuaikan diri dengan metode pengajaran dan kurikulum yang ada.
3.      Pendidikan Inklusi
Yaitu Pendidikan disekolah reguler namun ABK didampingi oleh pendamping khusus.

I.       Hak & Kewajiban Anak Berkemampuan Mental Rendah
Hak :
-          ABMR memiliki hak pemeliharaan, pendidikan, jaminan kerja, dll.
-          Hak manusia menurut PBB (1971) menyatakan bahwa seluruh manusia tanpa memandang perbedaan jenis (ras) memiliki persamaan hak bagi martabat manusia dan kebebasan memperoleh pendidikan dan latihan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi mereka semaksimal mungkin.
-          Di Indonesia mengenai hak ABMR diatur dalam :
Ø  UUD ’45 pasal 27 ayat 1 dan  2
Ø  UU pasal 31 ayat 1 dan 2
Ø  UU no. 2 Th. 1989 : system pendidikan nasional pasal 28 ayat 4 dan pasal 11 ayat 4
Ø  UU no. 7 TH 1991 : landasan operasionl PLB
Kewajiban :
-          Dalam UUD’45 bab 12 pasal 30 ayat 1 yang menjelaskan bahwa semua warga Negara wajib membela Negara. Tetapi untuk ABMR membela Negara cukup dengan mencari nafkah untuk diri sendiri.  ABMR juga memiliki kewajiban belajar 9 tahun seperti gerakan yang dicanangkan pemerintah.


Oleh : Ratih Adityaningrum (K5111049) B "PLB 11 UNS"
 


No comments: