Monday, October 8, 2012

Alat Identifikasi Anak Tunarungu


“ALAT IDENTIFIKASI TUNARUNGU”
Laporan ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Identifikasi & Asesmen II
Dosen Pengampu : Hery Setiyatna, M.Pd





Disusun Oleh :

Ratih Adityaningrum
K5111049 / B
Pendidikan Luar Biasa


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012






KATA  PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ALAT IDENTIFIKASI TUNARUNGU” untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Identifikasi dan Asesmen II.

Makalah ini berisikan tentang Alat Identifikasi Anak Tunarungu  . Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata, Penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Laporan ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.



        Surakarta,  29  September 2012


             (Ratih Adityaningrum)









DAFTAR ISI

Halaman Judul...................................................................................................................
Kata Pengantar...................................................................................................................
Daftar Isi............................................................................................................................
Bab I : Pendahuluan...........................................................................................................
A.    Latar Belakang Masalah........................................................................................
B.     Tujuan Pengembangan Instrumen Identifikasi.....................................................
Bab II : Dasar Teori...........................................................................................................
A.    Pengertian Identifikasi ..........................................................................................
B.     Pengertian Anak Tunarungu .................................................................................
C.     Ciri-Ciri Anak Tunarungu.....................................................................................
D.    Kebutuhan Pembelajaran Anak Tunarungu...........................................................
E.     Klasifikasi Anak Tunarungu..................................................................................
F.      Faktor Penyebab Anak Tunarungu........................................................................
Bab III : Pembahasan.........................................................................................................
a.       Contoh Alat / Instrumen Identifikasi....................................................................
b.      Skoring dan Penafsiran.........................................................................................
Bab IV : Penutup...............................................................................................................
a.       Kesimpulan............................................................................................................
b.      Saran......................................................................................................................
Daftar Pustaka...................................................................................................................
i
ii
iii
1
1
1
2
2
2
3
4
4
6
7
7
14
15
15
15
16



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Anak Berkebutuhan khusus perlu diidentifikasi dari anak pada umumnya, kerena mereka memerlukan pelayanan khusus. Pelayanan khusus seperti pelayanan medik, latihan-latihan, dan pendidikan khusus yang bertujuan untuk mengurangi dampak dari ketunaan mereka.
Untuk mengidentifikasi Anak berkebutuhan khusus diperlukan pengetahuan tentang kelainan anak melalui gejala yang bisa diamati. Maka diperlukan alat identifikasi yang mencakup gejala-gejala yang nampak dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa anak termasuk Anak berkebutuhan khusus atau tidak. Alat identifikasi bisa digunakan oleh orang terdekat misalnya orangtua, guru, pengasuh, dll .

B.     Tujuan Pengembangan Instrumen Identifikasi
Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan yang ingin dicapai adalah
1.      Untuk mengidentifikasi anak apakah mengalami kelainan atau tidak.
2.      Untuk menemukan dan menjaring anak tunarungu.
3.      Untuk menyusun rencana program pembelajaran untuk anak tunarungu.
4.      Untuk mengetahui klasifikasi anak tunarungu.









BAB II
LANDASAN TEORI

A.       PENGERTIAN IDENTIFIKASI
Identifikasi ABK adalah usaha seseorang untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami kelainan/penyimpangan (fisik, intelektual, sosial, emosional, dan sensoris neurologis) dalam pertumbuhan/ perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.
Kegiatan identifikasi sifatnya masih sederhana dan tujuannya lebih ditekankan pada menemukan (secara kasar) apakah seorang anak tergolong anak dengan kebutuhan khusus atau bukan. Maka biasanya identifikasi dapat dilakukan oleh orang-orang yang dekat (sering berhubungan/bergaul) dengan anak, seperti orang tuanya, pengasuhnya, gurunya, dan pihak-pihak yang terkait dengannya.
Identifikasi anak berkebutuhan khusus diperlukan agar keberadaan mereka dapat diketahui sedini mungkin. Selanjutnya , program pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dapat diberikan. Pelayanan tersebut dapat berupa penanganan medis, terapi, dan pelayanan pendidikan dengan tujuan mengembangkan potensi mereka.

B.       PENGERTIAN ANAK TUNA RUNGU
Tunarungu dapat diartikan sebagai suatu keadaan kehilangan pendengaran yang mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai rangsangan, terutama melalui indra pendengarannya.
 Andreas Dwidjosumarto (1990:1) mengemukakan bahwa Tunarungu adalah seseorang yang tidak atau kurang mampu mendengar suara dikatakan tunarungu.

 Mufti Salim (1984:8) menyimpulkan bahwa anak tunarungu adalah anak  yang mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar yangdisebabkan oleh kerusakan atau tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pendengaran sehingga ia mengalami hambatan dalam perkembangan bahasanya, Memperhatikan batasan-batasan diatas , dapatlah ditarik kesimpulan bahwa tunarungu adalah mereka yang kehilangan pendengaran baik sebagian (hard of hearing) maupun seluruhnya (deaf) yang menyebabkan pendengarannya tidak memiliki nilai fungsional didalam kehidupan sehari-hari.

C.       CIRI-CIRI ANAK TUNARUNGU
1.    Ciri-Ciri Fisik Anak Tunarungu
~        Cara berjalan anak kaku dan membungkuk disebabkan
karena terganggunya alat pendengaran.
~        Gerakan mata cepat dan agak beringas  menunjukkan bahwa anak ingin menangkap keadaan yang ada di sekitarnya.
~        Gerakan kaki dan tangannya sangat cepat atau kidal
tampak pada saat berkomunikasi dengan gerak/bahasa isyarat.
~        Pernafasannya pendek dan agak terganggu.
2.    Ciri-Ciri Intelegensi Anak Tunarungu
Intelegensi anak tunarungu umumnya seperti anak normal namun karena tingkat kemampuan bahasa, keterbatasan informasi dan daya abstraksi yang mengakibatkan menghambatnya proses pencapaian yang lebih luas. Maksudya karena memiliki keterbatasan dalam kemampuan berbahasa maka anak lebih sulit untuk memahami sesuatu.
3.    Ciri-Ciri Sosial Anak Tunarungu
~        Merasa rendah diri dan merasa diasingkan dari keluarga dan masyarakat.
~        Merasa diperlakukan tidak adil oleh orang-orang disekitarnya.
~        Pergaulan terbatas antara sesama tunarungu.
~        Memiliki sifat egosentris melebihi anak normal.

4.    Ciri-Ciri Emosi Anak Tunarungu
~        Mudah marah dan mudah tersinggung.
~        Merasa takut pada lingkungan sekitar sehingga anak merasa was-was atau kuatir.

D.       KEBUTUHAN PEMBELAJARAN ANAK TUNARUNGU
Kebutuhan pembelajaran anak tunarungu, secara umum tidak berbeda dengan anak pada umumnya. Tetapi mereka memerlukan perhatian dalam kegiatan  pembelajaran antara lain:
1.      Tidak mengajak anak untuk berbicara dengan cara membelakanginya.
2.      Anak hendaknya ditempatkankan paling depan, sehingga memiliki peluang untuk mudah membaca bibir guru.
3.      Perhatikan postur anak yang sering memiringkan kepala untuk mendengarkan
4.      Dorong anak untuk selalu memperhatikan wajah guru, bicaralah dengan anak dengan posisi berhadapan dan bila memungkinkan kepala guru sejajar dengan kepala anak.
5.      Guru bicara dengan volume biasa tetapi dengan gerakan   
    bibirnya yang harus jelas.

E.       KLASIFIKASI ANAK TUNARUNGU
1.        Klasifikasi berdasarkan etiologis
Yaitu pembagian berdasarkan sebab- sebab, tunarungu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu
Ø  Faktor Sebelum Lahir (Prenatal) :
-  Salah satu  atau  kedua  orang  tua   tunarungu   sehingga 
   memiliki gen pembawa tunarungu. 
-   Karena penyakit misalnya sewaktu ibu mengandung terserang suatu penyakit, terutama penyakit- penyakit yang di derita pada saat kehamilan tri semester pertama yaitu pada saat pembentukan ruang telinga. Penyakit itu  ialah rubella, moribili, dan lain-lain
-   Karena keracunan obat- obatan : pada suatu kehamilan ibu meminum obatan terlalu banyak, atau ibu meminum obat pengugur kandungan, hal ini menyebabkan ketunarunguan pada anak yang lahir.
Ø  Faktor Pada Saat Lahir (Natal) :
- Prematuritas yaitu  bayi  yang  lahir  sebelum  waktunya.
-   Proses Kelahiran yang sulit hingga persalinan dibantu dengan penyedotan (tang) .
Ø  Faktor Sesudah lahir  (post natal) :
- Karena kecelakaan yang mengakibatkan  kerusakan  alat   
  Pendengaran bagian dalam,  misalnya   jatuh.
-   Ketulian yang terjadi karena infeksi , misalnya infeksi pada otak (meningitis)atau infeksi umum seperti difteri , morbili, dan lain-lain.
-   Pemakaian obat-obatan ototoksi pada anak-anak.
2.      Klasifikasi berdasarkan Penyebabnya
Ø  Conductive loss
Ø  Sensorineural loss
Ø  Central auditory processing disorder
3.      Klasifikasi Berdasarkan Keberfungsian Pendengaran
Ø  Ketunarunguan ringan : masih mampu mendengar dengan intensitas 20-40 dB
Ø  Ketunarunguan sedang : masih mampu mendengar dengan intensitas 40-65 dB
Ø  Ketunarunguan berat : masih mampu mendengar dengan intensitas 65-95 dB
Ø  Ketunarunguan parah : masih mampu mendengar dengan intensitas diatas 95 dB.

F.        FAKTOR PENYEBAB ANAK TUNARUNGU
1.    Faktor Keturunan (Heredity)
2.   Faktor Ibu yang terkena Rubella (Maternal Rubella)
3.   Ketidaksesuaian anatara Darah Ibu dan Anak
4.   Meningitis (Radang Selaput Otak)
5.   Prematuritas























BAB III
PEMBAHASAN

A.       CONTOH ALAT IDENTIFIKASI ANAK TUNA RUNGU
Dibawah ini yaitu :

Isian Form 1
INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK
(Diisi oleh Orang tua)

Petunjuk :
Isilah daftar berikut pada kolom yang tersedia sesuai dengan kondisi anak yang sebenarnya. Jika ada yang kurang jelas, konsultasikan kepada guru kelas tempat anak Bapak/Ibu bersekolah.
A.  Identitas Anak :
1.              Nama                                                         : ..............................................
2.              Tempat dan tanggal lahir/umur                 : ..............................................
3.              Jenis kelamin                                             : ..............................................
4.              Agama                                                       : ..............................................
5.              Status anak                                                : ..............................................
6.              Anak ke dari jumlah saudara                    : ..............................................
7.              Nama sekolah                                            : ..............................................
8.              Kelas                                                         : ..............................................
9.              Alamat                                                      : ..............................................

B.         Riwayat Kelahiran :
1.      Perkembangan masa kehamilan                    : ..............................................
2.      Penyakit pada masa kehamilan                     : ..............................................
3.      Usia kandungan                                            : ..............................................
4.      Riwayat proses kelahiran                              : ..............................................
5.      Tempat kelahiran                                           : ..............................................
6.      Penolong proses kelahiran                             : ..............................................
7.      Gangguan pada saat bayi lahir                      : ..............................................
8.      Berat bayi                                                      : ..............................................
9.      Panjang bayi                                                  : ..............................................
10.  Tanda-tanda kelainan pada bayi                   : ..............................................


C.   Perkebangan Masa Balita :
1.          Menetek ibunya hingga umur                     : ...................................................
2.          Minum susu kaleng hingga umur                : ...................................................
3.          Imunisasi (lengkap/tidak)                            : ..................................................
4.          Pemeriksaan/penimbangan rutin/tdk           : ..............................................
5.          Kualitas makanan                                        : ..................................................
6.          Kuantitas makan                                         :  ..................................................
7.          Kesulitan makan (ya/tidak)                         : ..................................................

D.  Perkembangan Fisik :
1.          Dapat berdiri pada umur                               : ....................................................
2.          Dapat berjalan pada umur                             : ....................................................
3.          Naik sepeda roda tiga pada umur                             : ...................................................
4.          Naik sepeda roda dua pada umur                 : ....................................................
5.          Bicara dengan kalimat lengkap                     : ....................................................
6.          Kesulitan gerakan yang dialami                    : ....................................................
7.          Status Gizi Balita (baik/kurang)                    : ....................................................
8.          Riwayat kesehatan (baik/kurang)                  : ....................................................
9.          Penggunaan tangan dominan                        : ………………………...............

E.  Perkembangan Bahasa :
1.      Meraba/berceloteh pada umur                         : ....................................................
2.      Mengucapkan satu suku kata yang bermakna kalimat (mis. Pa berarti bapak) pada umur                                                     : ....................................................
3.      Berbicara dengan satu kata bermakna pada umur: ........................................
4.      Berbicara dengan kalimat lengkap sederhana pada umur       : ……………........

F.  Perkembangan Sosial :
5.              Hubungan dengan saudara             : .............................................................
6.              Hubungan dengan teman                : .............................................................
7.              Hubungan dengan orangtua            : .............................................................
8.              Hobi                                                : .............................................................
9.              Minat khusus                                   : ............................................................. 

G.  Perkembangan Pendidikan :
1.              Masuk TK umur                   : .............................................................
2.              Lama Pendidikan di TK        : .............................................................
3.              Kesulitan selama di TK        : .............................................................
4.              Masuk SD umur                  : .............................................................
5.              Kesulitan selama di SD        : .............................................................
6.              Pernak tidak naik kelas       : ..............................................................
7.              Pelayanan khusus yang pernah diterima anak: ...................................
8.              Prestasi belajar yang dicapai  : ............................................................
9.              Mata Pelajaran yang dirasa paling sulit    : .........................................
10.          Mata Pelajaran yang dirasa paling disenangi : ....................................
11.          Keterangan lain yang dianggap perlu : ................................................              
                                                                                           
Diisi tanggal :……………….
Orang tua/wali Murid

 (……………………..)






Isian Form 2
DATA ORANG TUA/WALI SISWA
(Diisi orang tua/wali siswa)
1. Nama           : ............................................
2. SD/MI         : ...........................................
3. Kelas           :............................................

A.Identitas Orang tua/wali
    Ayah :
1.               Nama Ayah                : ...............................................................................
2.               Umur                         : ...............................................................................
3.               Agama                       :  ...............................................................................
4.               Status ayah               : ................................................................................
5.               Pendidikan Tertinggi  : ................................................................................
6.               Pekerjaan Pokok        : ................................................................................
7.               Alamat tinggal           : ................................................................................
Ibu :
1.               Nama Ibu                  : ...............................................................................
2.               Umur                        : ................................................................................
3.               Agama                      :  ...............................................................................
4.               Status Ibu                 : ...............................................................................
5.               Pendidikan Tertinggi : ...............................................................................
6.               Pekerjaan Pokok       :  ...............................................................................
7.               Alamat tinggal          :  ...............................................................................
Wali :
1.              Nama                             : ………………………………………………………
2.              Umur                             : ………………………………………………………
3.              Agama                           : ………………………………………………………
4.              Status perkawinan         : …………………………………………………
5.              Pend. Tertinggi             : ………………………………………………………
6.              Pekerjaan                       : .......................................................................................
7.              Alamat                          : ………………………………………………………
8.              Hubungan Keluarga      : ……………………………………………………

B. Hubungan Orang tua – anak
1.      Kedua orang tua satu rumah  : .................................................................
2.      Anak satu rumah dengan kedua orang tua : .............................................
3.      Anak diasuh oleh salah satu orang tua  : ..................................................
4.      Anak diasuh wali/saudara                     : .................................................

C. Sosial Ekonomi Orangtua
1.      Jabatan formal ayah di kantor (jika ada) : ................................................
2.      Jabatan formal ibu di kantor (jika ada)    : ...............................................
3.      Jabatan informal ayah di luar kantor (jika ada) : .....................................
4.      Jabatan informal ibu di luar kantor (jika ada) : ..............................................
5.      Rata-rata penghasilan (kedua orangtua) perbulan : .......................................

D.Tanggungan dan Tanggapan Keluarga
1.      Jumlah anak                  : .............................................................................
2.      Ysb. Anak yang ke          : .............................................................................
3.      Persepsi orang tua terhadap anak ysb. : .......................................................
4.      Kesulitan orang tua terhadap anak ysb.: ......................................................
5.      Harapan orang tua terhadap pendidikan anak ysb.    : .................................
6.      Bantuan yang diharapkan orang tua untuk anak ysb.: ................................
Diisi tanggal :……………….
Orang tua/wali Murid

                                                                                     (……………………..)



ALAT IDENTIFIKASI ANAK LUAR BIASA

Nama Sekolah             :
Kelas                           :
Diisi tanggal                :
Nama Petugas             :
Guru Kelas                  :
No
Gejala yang Diamati
Gejala Muncul
Ya
Tidak
1
Tidak mampu mendengar


2
Terlambat perkembangan bahasa


3
Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi


4
Kurang/tidak tanggap bila diajak bicara


5
Ucapan kata tidak jelas


6
Kualitas suara aneh/monoton


7
Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar


8
Banyak perhatian terhadap getaran


9
Keluar nanah dari kedua telinga


10
Terdapat kelainan organis telinga


Nilai standarnya 7








PETUNJUK PENGISIAN ALAT IDENTIFIKASI ABK
1.    Gunakan Alat Identifikasi Anak dengan kebutuhan khusus ini untuk seluruh siswa di kelas.
2.    Usahakan untuk melihat gejala-gejala yang nampak pada setiap anak dengan seksama, mungkin memerlukan waktu beberapa hari, jangan tergesa-gesa.
3.    Agar gejala mudah dikenali, pada beberapa pernyataan, anak dapat terlebih dahulu diberi tugas tertentu baru kemudian diamati pada saat mereka mengerjakan tugas tersebut.
4.    Tiap gejala yang ditemukan pada setiap anak diberi nilai 1 (satu). sedangkan yang tidak ditemukan diberi nilai 0 (nol).
5.    Setelah diberi nilai keseluruhan, jumlahkan nilai yang diperoleh pada setiap jenis kelainan.
6.    Setelah diperoleh jumlah nilai dari setiap jenis kelainan, kemudian bandingkan hasilnya dengan nilai standar setiap jenis kelainan yang tertera pada AI ABK ini.
7.    Bila nilai yang diperoleh sama dengan atau lebih tinggi dari nilai standar yang tertera pada setiap jenis kelainan, maka anak tersebut dapat dikategorikan tergolong anak yang mengalami suatu jenis kelainan tertentu.
8.    Terdapat kemungkinan bahwa seorang anak mengalami lebih dari satu jenis kelainan (kelainan ganda), karena hal ini dapat terjadi.











B.     SKORING DAN PENAFSIRAN
a.  Skoring
Dalam instrumen identifikasi ABK (Tunarungu) penulis menggunakan skoring dengan menggunakan angka 0 atau 1 . Tiap gejala yang ditemukan pada setiap anak diberi nilai 1 (satu) sedangkan yang tidak ditemukan diberi nilai 0 (nol) . Setelah diberi nilai keseluruhan, jumlahkan nilai yang diperoleh pada setiap jenis kelainan. kemudian diperoleh jumlah nilai dari setiap jenis kelainan, kemudian bandingkan hasilnya dengan nilai standar setiap jenis kelainan yang tertera pada alat identifikasi ABK diatas. Bila nilai yang diperoleh sama dengan atau lebih tinggi dari nilai standar yang tertera pada setiap jenis kelainan, maka anak tersebut dapat dikategorikan tergolong anak yang mengalami suatu jenis kelainan tertentu.
b.  Penafsiran
Jika nilai yang diperoleh anak sama dengan atau lebih tinggi dari nilai standar Tuna rungu yaitu 7, maka anak tersebut dapat dikategorikan tergolong Anak Tunarungu sehingga perlu diberikan pelayanan khusus.














BAB IV
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Identifikasi merupakan salah satu komponen penting dalam mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus. Sehingga diperlukan alat identifikasi yang mampu menjaring anak berkebutuhan. Untuk menjaring anak berkebutuhan khusus maka diperlukan studi lapangan apakah alat identifikasi tersebut mampu menjaring anak berkebutuhan khusus atau tidak.

B.     SARAN
Sebaiknya ada pengembangan instrumen identifikasi agar Anak Berkebutuhan Khusus bisa terjaring semua. Sehingga Anak Berkebutuhan Khusus bisa mendapatkan pelayanan khusus dan mampu mengembangkan potensinya.














DAFTAR PUSTAKA

·           http://www.scribd.com/doc/52688279/KARAKTERISTIK-DAN-PENDIDIKAN (diakses : 29 september 2012)
·           http://blog.elearning.unesa.ac.id/dyah-ekasari/karakteristik-anak-tunarungu (diakses : 29 september 2012)
·           Donald F. Moores. (2001). Educating The Deaf: Psychology,
Principles, And Practices. Boston: Houghton Mifflin Company
·           Somantri, Sutjihati, H.T . (1996) Psikologi Anak Luar Biasa. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudaan
·           http://www.ditplb.or.id/images/identifikasi_abk.pdf (diakses : 29 september 2012)
·           http://permanarian16.blogspot.com/2008/04/definisi-dan-klasifikasi-tunarungu.html (diakses : 29 september 2012)

2 comments:

Anonymous said...

bagus perlu di lengkapi kembali

Ratih Adityaningr said...

Terimakasih Pak/Bu. Makalah ini memang masih banyak kekurangan. Hehe . Saya akan melengkapinya kembali. Terimakasih telah berkunjung