Tuesday, June 5, 2012

Makalah Hambatan perkembangan dan stimulasi Anak Tunarungu

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Pada manusia, perkembangan yang paling menarik untuk diamati ialah pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada seorang anak. Di mana proses tumbuh dan kembang ini berlangsung terus menerus sejak masa konsepsi hingga masa remaja.
Perkembangan ialah pada perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosional yang dimulai sejak lahir hingga akhir usia. Perkembangan diartikan sebagai bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, berbicara atau berbahasa, serta kemampuan sosialisasi. Perkembangan adalah bertambah pintarnya kemampuan sel-sel.
Namun saat perkembangan itu terhambat akan muncul hambatan-hambatan yang mengganggu tumbuh kembang seorang anak. Seorang anak normal saja bila perkembangannya terhambat akan muncul berbagai masalah. Apalagi kalau anak tunarungu pasti akan lebih banyak muncul masalah dalam perkembangannya.
Maka dari itu diperlukan stimulasi-stimulasi yang tepat untuk menghilangkan hambatan-hambatan perkembangan seorang anak. Paling tidak dapat mengurangi efek dari hambatan – hambatan perkembangan anak tersebut.


B.       Rumusan Masalah
Berpangkal pada latar belakang masalah, maka muncul permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apa saja hambatan perkembangan yang dialami oleh Anak Tunarungu?
2.      Apa saja stimulasi yang tepat untuk mengurangi dampak hambatan perkembangan yang dialami oleh Anak Tunarungu ?
3.      Siapa saja yang berperan penting dalam pemberian stimulasi tersebut ?


C.       Tujuan Pengamatan
Pengamatan ini dilakukan penulis guna memenuhi tugas mata kuliah Stimulasi Dini Tumbuh kembang dan untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang stimulasi yang tepat untuk anak tunarungu. Dan dapat bermanfaat bagi orang lain.

D.      Manfaat Pengamatan
1.      Dapat mengetahui hambatan perkembangan Anak Tunarungu.
2.      Dapat mengetahui stimulasi yang tepat untuk mengurangi efek hambatan perkembangan sehingga bisa memberikan stimulasi dini saat anak Tunarungu terdeteksi mengalami hambatan.

BAB II
I S I
A. IDENTITAS SUBYEK

SUBYEK
Nama                                       : Nn
Jenis Kelamin                          : Perempuan
Tempat & Tanggal lahir          :-
Anak                                       : ke-1
Agama                                     : Islam
Pendidikan                              : SDLB
Sekolah                                   : SLB B-C

      ORANG TUA/WALI
Nama                                       :-
Usia                                         : 40
Pekerjaan                                 : Buruh
Nama Ibu                                :-
Usia                                         : 37
Pekerjaan                                 : Ibu Rumah Tangga
Agama                                     : Islam
Alamat                                                : -

B.  HASIL PENGAMATAN SUBYEK

RIWAYAT KELAHIRAN
·         Perkembangan masa kehamilan          : Sehat
·         Penyakit pada masa kehamilan           : Tidak ada
·         Usia kandungan                                  : 9 bulan
·         Riwayat Kelahiran                              : Normal
·         Tempat kelahiran                                 : Rumah Bidan
·         Penolong saat kelahiran                      : Bidan
·         Gangguan saat melahirkan                  : Tidak  ada
·         Berat/Panjang Bayi                             : 3,0  kg / 49 cm
·         Tanda-tanda kelainan bayi                  : Tidak menangis saat lahir




PERKEMBANGAN MASA BALITA
·         Minum ASI hingga umur                     : 2 tahun
·         Imunisasi (Lengkap/Tidak)                  : lengkap
·         Pemeriksaan / penimbangan               : rutin di posyandu
·         Kualitas makanan                               : cukup
·         Kuantitas makanan                             : cukup

PERKEMBANGAN FISIK
·         Dapat berdiri pada umur                    : 12 bulan
·         Dapat berjalan pada umur                 : 13 bulan
·         Naik sepeda roda tiga umur                : 3 tahun
·         Naik sepeda roda dua umur                : 9 tahun
·         Bicara kalimat lengkap umur              : tidak bisa bicara
·         Status gizi balita                                  : baik
·         Riwayat kesehatan                              : Sering panas tinggi
·         Kelainan fisik                                      : tidak ada

PERKEMBANGAN SOSIAL DI KELUARGA
·         Hubungan dengan saudara                : Baik
·         Hubungan dengan orang tua              : Baik
·         Aktivitas keagamaan                           : Baik
·         Hobi                                                    : Melukis
·         Minat khusus                                       : Menari dan melukis

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN
·         Masuk TKLB umur                             : 10 tahun
·         Lama pendidikan di TKLB                  : 1 tahun
·         Kesulitan waktu disekolah                   : berbicara
·         Masuk SDLB umur                             : 11 tahun
·         Pernah tidak naik kelas                       : tidak
·         Kesulitan di SDLB                              : memahami kalimat
·         Layanan khusus yang diterima           : Bimbingan Artikulasi
·         Prestasi belajar yang dicapai              : melukis dan menari

PERKEMBANGAN SOSIAL DIMASYARAKAT
·         Hubungan dengan teman sebaya        : Baik
·         Hubungan dengan tetangga                : Baik
·         Kegiatan dalam masyarakat               : Baik
Dari hasil pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa subyek termasuk Anak Berkebutuhan Khusus yang mengalami hambatan pada pendengaran dan pembicaraan dan sering disebut TUNARUNGU-WICARA.

C. TUNARUNGU

A.   Pengertian
Tunarungu adalah seseorang yang mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar baiksebagian atau seluruhnya yag diakibatkan karena tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pendengaran, sehingga ia tidak dapat menggunakan alat pendengaranya dalam kehidupan sehari-hari yang membawa dampak terhadap kehidupannya secara kompleks.

B.   Klasifikasi Ketunarunguan
Pada umumnya klasifikasi anak tunarungu dibagi atas dua golongan atau kelompok besar yaitu tuli dan kurang dengar.
Orang tuli adalah seseorang yang mengalami kehilangan kemampuan mendengar sehingga membuat proses informasi bahasa melalui pendengaran, baik itu memaki atau tidak memakai alat dengar
Kurang dengar adalah seseorang yang mengalami kehilangan sebagian kemampuan mendengar, akan tetapi ia masih mempunyai sisa pendengaran dan pemakaian alat Bantu dengar memungkinkan keberhasilan serta membantu proses informasi bahasa melalui pendengaran.
Klasifikasi anak tunarung menurut Samuel A. Kirk :
·         0 db : Menunjukan pendengaran yang optimal
·         0 – 26 db : Menunjukan seseorang masih mempunyai pendengaran yang optimal
·         27 – 40 db : Mempunyai kesulitan mendengar bunyi – bunyi yang jauh, membutuhkan tempat duduk yang strategis letaknya dan memerlukan terapi bicara . ( tergolong tunarungu ringan )
·         41 – 55 db : Mengerti bahasa percakapan, tidak dapat mengikuti diskusi kelas, membutuhkan alat bantu dengar dan terapi bicara ( tergolong tunarungu sedang )
·         56 – 70 db : Hanya bisa mendengar suara dari jarak yang dekat, masih punya sisa pendengaran untuk belajar bahasa dan bicara dengan menggunakan alat Bantu dengar serta dengan cara yang khusus (tergolong tunarungu berat )
·         71 – 90 db : Hanya bisa mendengar bunyi yang sangat dekat, kadang – kadang dianggap tuli, membutuhkan pendidikan khusus yang intensif, membutuhkan alat Bantu dengar dan latihan bicara secara khusu ( tergolong tunarungu berat )
·         91 db : Mungkin sadar akan adanya bunyi atau suara dan getaran, banyak bergantung pada penglihatan dari pada pendengaran untuki proses menerima informasi dan yang bersangkutan diangap tuli ( tergolong tunarungu berat sekali )

C.   Karakteristik Tunarungu
1. Egosentrisme yang melebihi anak normal.
2. Mempunyai perasaan takut akan lingkungan yang lebih luas.
3. Ketergantungan terhadap orang lain
4. Perhatian mereka lebih sukar dialihkan.
5. Mereka umumnya memiliki sifat yang polos, sederhana dan tanpa banyak masalah.
6. Mereka lebih mudah marah dan cepat tersinggung
Biasanya Ketunarungguan akan diikuti ketunawicaraan. Tidak selamanya ketunaan tersebut disebabkan oleh bawaan lahir. Namun bisa juga dikarenakan tidak diberikan stimulasi yang sesuai dengan anak.
D.   Penyebab Tunarungu
1). Faktor Hereditas (keturunan)
2). Faktor Penyakit ibu
3). Keracunan
4). Faktor Pada saat kelahiran
5). Karena penyakit : anak menderita panas yang sangat dan terlalu tinggi  akibatnya
      dapat melemahkan saraf pendengarannya.
6). Otetis medis yang kronis.
7). Cairan otetis medis yang kurang menyebabkan kehilangan pendengaran secara
          kondusif (tuli kondusif).
E.   Layanan Rehabilitasi Untuk Tunarungu
·         Pemeriksaan rutin Ke dokter THT
·         Pemberian Alat Bantu
·         Dorongan Motivasi agar tidak minder
·         Menyekolahkan Di sekolah khusus

D.  HAMBATAN PERKEMBANGAN SUBYEK
Hambatan – hambatan perkembangan yang dialami subyek :
1.      Hambatan dalam memproses informasi.
Subyek mengalami interupsi(penggunaan jeda) dalam proses kognitifnya, karena perhatian terhadap stimulus, penerimaan stimulus, pemprosesan informasi yang masuk dan pengekspresiannya akan terganggu, karena ketuliannya.
2.      Hambatan pada daya ingat.
Subyek sulit mengingat urutan yang diberikan baik secara verbal atau visual, karena daya ingat ini tergantung pada kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak.
3.      Hambatan dalam Berpikir logis dan abstrak.
Subyek menunjukkan keterlambatan yang signifikan pada usia akhir Taman Kanak-Kanak, karena pengalaman subyek  hanya terbatas pada kemampuan sensomotorik dan proses visual spatial, tanpa pengalamn verbal. Keterbatasan bahasa akan mempengaruhi kemampuan berpikir logis, abstrak, proses berpikir tingkat tinggi dan kemampuan memecahkan masalah.
4.      Hambatan sosial dan emosional.
Pemenuhan kebutuhan akan rasa aman, diterima dan dicintai, harga diri dan aktualisasi diri juga terpengaruh.Subyek  merasa rendah diri, lemah dan tidak berdaya. Perasaan terisolasi sangat terasa.
5.      Hambatan kematangan
Subyek merasa frustasi, kesepian, tidak berdaya dan sangat sedih. ini semua mempengaruhi tingkat kematangannya sebagai individu.

E.  STIMULASI YANG TEPAT UNTUK SUBYEK
Stimulasi dapat diberikan oleh beberapa pihak yang sangat berperan penting dalam stimulasi ini sehingga dapat mengurangi dampak dari hambatan tersebut :
·      Melayani anak tunarungu dengan sepenuh hati
Disini orang tua sangat berperan dalam memberi tahu segala informasi dan pengetahuan kepada anak sehingga anak tahu (Melayani).
·     Perhatian yang optimal
  Anak tunarungu juga membutuhkan cinta dan disiplin
·     Memberikan Penghargaan atas Keberhasilan anak
   Penghargaan ini dapat berupa pujian , dorongan atau yang lainnya itu    
   akan memacu keberanian anak untuk berprestasi.
·      Menyisihkan Uang untuk biaya anak.

 BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
Anak tunarungu pasti mengalami hambatan perkembangan . Namun jika diberikan stimulasi yang tepat dan pendeteksian dini dapat dilakukan maka hambatan-hambatan tersebut dapat terhindar dari anak dengan adanya stimulasi yang diberikan dari orang-orang disekitarnya terutama orang tua. Disini orang tua sangat berperan penting karena Pembelajaran dimulai dari rumah. Namun Guru juga memiliki peran penting karena disini Guru memberikan pengetahuan yang lebih dari orang tua ketahui.

DAFTAR PUSTAKA

Widypsikologi. 2010. Pengertian Dan Klasifikasi Tunarungu. http://widypsikologi.wordpress.com diakses pada tanggal 23 oktober 2011

Dunia Davin. 2010. Hambatan anak tunarungu. http://davinbintang.wordpress.com diakses 16 November 2011