Tuesday, June 5, 2012

Individu Penyandang Cacat Fisik, Cacat Kesehatan, Dan Cacat Terkait Insiden Rendah


A.   Cerita Natalie
Natalie merupakan salah satu orang yang mempunyai ketidakmampuan secara fisik dan kesehatan berat. Ia adalah salah satu dari sekian banyak jenis ketidakmampuan fisik yaitu cerebral palsy. Berdasar cerita natalie dapat diambil kesimpulan bahwa karakteristik cerebral palsy dapat ditandai dengan beberapa ciri diantaranya :
1. Dari segi fisik
-          Lumpuh kejang parah dan athetoid
-          Leher lemah untuk menyangga kepala
-          Terbatasnya gangguan fungsi kedua tangan
-          Ketajaman penglihatan yang lemah
2. Dari segi kemampuan bahasa :
        -      kurangnya kemampuan bahasa seperti anak lainnya
3. Dari segi intelegensi
        -      IQ 65 (intelegensi rendah)
4. Dari segi kesehatan
        -       epilepsi
Anak dengan cerebral palsy bukan tidak dapat didik tetapi  hanya perlu mengubah pendekatannya. Kemampuan bahasa dapat ditolong dengan perangkat komunikasi elektronik augmentatif. Siswa dengan ketidak mampuan fisik dan kesehatan merupakan salah satunya. Ketidakmampuan fisik yang berat ditandai dengan kesulitan untuk melakukan percakapan dengan berjalan. Penyebab terjadinya kecacatan :
1.      Cacat fisik
-          Prenatal (gangguan saat kehamilan)
-          Natal (lahir prematur, kekurangan oksigen, berwarna kebiruan saat lahir )
-          Post natal (kecelakaan)
Siswa yang mempunyai  ketidak mampuan fisik terdiri atas berbagai macam ketegori pembelajaran dalam pendidikan khusus karena berbagai macam susunan dari penyakit dan ketidakaturan yang termasuk dalam ketegori. Kondisi fisik yang berat dalam ketidak mampuan dalam percakapan, berjalan, mengangkat, atau membuat banyak maksud gerakan untuk siswa dengan beberapa kesulitan berjalan atau ketidak mampuan melahat kerangka. Seseorang dengan ketidak mampuan kesehatan yang berat mereka memaksa untuk tinggal dirumah dengan menyembunyikan kecacatannya. Timbulnya ketidak mampuan itu dapat juga termasuk ketidak mampuan fisik atau kesehatan seperti luka trauma pada otak tuli-buta dan banyak kecacatan lainnya.
B.   Pengertian ketidakmapuan fisik, ketidakmampuan kesehatan dan hubungan ketidakmampuan yang timbul secara rendah
Banyak siswa dengan berbagai kondisi fisik dan kesehatan yang berbeda sehingga harus diberi layanan pendidikan yang sesuai. Menurut individuals with disabilities education improvement (idea ; pl 1088-446) siswa dengan kerusakan fisik memungkinkan untuk diberi pendidikan khusus yang dibagi menjadi 3 kategori :
1.      Kerusakan tetap
2.      Kerusakan tulang
Contoh : bawaan lahir, penyakit, penyebab lahir.
3.      Cacat ganda
Ketika siswa mempunyai dua atau lebih ketidakmampuan ia termasuk cacat ganda sehingga memerlukan pelayanan khusus yang ganda pula untuk mengatasinya ( perpaduan penyelesaian tunaganda).
Definisi pemerintah pusat ke fisik atau cacat kesehatan dan deaf-blindness

Deaf-blind atau lemahnya penglihatan menyebabkan seperti komunikasi yang menjengkelkan. Dalam bidang pendidikan dan pengembangan para siswa dengan program khusus idak bisa diakomodasikan yang semata-mata untuk anak dengan kebutaan.

Macam kecacatan ( retardation blindness mental, mental impairement retardation-ortopedic ) kombinasi yang menyebabkan kebutuha bidang pendidikan khusus untuk salah satu impairement tidak bisa ditampung.

Kecacatan mengenai bedah tulang atau perusakan pelemahan tulang yag kurang baik hingga mempengaruhi performence anak bidang pendidikan. Penyebab perusakan pelemahan tulang oleh keganjilan sejak lahir ( tidak munculnya anggota tubuh lain ) yang disebabkan oleh penyakit ( polio dan tulang tuburculsis ) . Dari penyebab lainnya kelumpuan cerebral, pemotongan mematahkan dan membakar yang menyebabkan kontraktur.

Pelemahan kesehatan setelah kekuatan terbatas, vitalitas atau kesiapsiagaan.
1.      Apakah kaitan permasalahan dalam kesehatan kronis seperti sakit asma, kurang perhatian, kencing manis, epilepsi , kondisi (hati atau jantung), hemofilia, keracunan, leukimia, radang buah pinggang, demam, rematik, anemia, tourette sindrom.
2.      Keadaan kurang baik dapat dipengaruhi pendidikan anak . Penyebab : otak traumatis , disebabkan oleh kekuatan fisik eksternal menghasilkan kecacatan fungsional parsial  atau ketidakmampuan sosial atau keduanya  menghasilkan perusakan pengamatan, bahasa, memory, perhatian, pemikiran, berfikiran abstrak, pemecahan masalah, berhubungan dengan perasaan, perceptual, dan ketidakmampuan motor, perilaku sosial dan pengolahan informasi .


Anak yang mengalami kerusakan otak yang terjadi sejak kecelakaan, kerusakan tersebut mengakibatkan cacat fisik, pelemaha perasaan, teori abnormelas, kelainan bahasa, dan kekacauan tingkah laku. Kategori ini tidak terjadi pada individu yang mengalami kerusakan otak sebelum atau selama kelahiran.

Anak yang mengalami kerusakan otak akan membatasi diri dari lingkungan pendidikan , disebabkan karena ia mengalami kekurangan dalam kekuatan, vitalitas, dan kesiap-siagaan.

Anak yang mengalami hambatan dalam penglihatan-pendengaran, sebagian besar mereka tidak dapat diberikan pelayanan khusus kebutaan atau ketulian saja. Kehilangan penglihatan-pendengaran artinya mereka tidak dapat membayangkan apapun. Karena itu kecacatan disebut kecacatan yang paling penuh tantangan dalam penanganannya.

Tantangan yang dihadapi adalah defisit komunikasi, gangguan mobilitas, keterampilan sosial kurang, cacat intelektual, gangguan fisik, pengetahuan tentang dunia sempit. Helen keller berkata, “kebutaan memisahkan seseorang dari sesuatu, tetapi ketulian memisahkan seseorang dari orang lain” . Membantu anak buta-tuli untuk berhubungan dengan dunia luar adalah usaha luar biasa dan menjadi tanggung jawab guru, orang tua, anggota keluarga, dan profesional lainnya.


C.   Sejarah singkat lapangan
Dari zaman dahulu sampai ke zaman modern individu yang mengalami gangguan fisik atau cacat semakin dihargai dan diakui keberadaannya. Yang pada awalnya anak dengan gangguan fisik atau cacat selalu dikucilkan dan dibunuh, namul hal ini perlahan hilang dang orang-orang mau menerima dan memberikan usaha pengobatan. Hal ini terbukti dengan pencucian tengkorak manusia primitif dengan lubang pada kepala menunjukkan bahwa ada kegiatan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh roh jahat.

Pada abad pertengahan, orang orang yang mengalami kecacatan lebih dihargai dan diberikan perlindungan serta pelayanan dalam rangka penyembuhan, hal ini terjadi karena adanya pengaruh agama untuk menyayangi sesama mahkluknya tetapi orang yang mengalami gangguan kejang mereka dibakar pada tiang karena pada masa tersebut dianggap sebagai perwujudan roh jahat.

D.   Pendidikan publik
Sampai pada zaman modern , usaha penyembuhan dan perawatan anak cacat terus dilakukan. Pembukaan lembaga panti dan sekolah-sekolah penyandang cacat membuktikan bahwa kemajuan terus berkembang untuk menampung dan memberi peralatan untuk memberi perawatan khusus dan pelatihan .

Semakin canggih tehnologi, semakin banyak pula pertolongan yang di berikan pada anak penyandang cacat. Mereka sekarang tidak perlu berada pada perkumpulan anak cacat tetapi sekarang mereka dapat bersekolah disekolah umum dan bergabung dengan anak-anak normal lainnya. Karena peraturan pendidikan telah diubah untuk memungkinkan integrasi siswa.

E.   Prevalensi Cacat Fisik, Cacat Kesehatan, Cacat Terkait Insiden Rendah
Kategori
Prevalensi
Usia
Cerebral Palsy
764
Dewasa
Epilepsi
1200-1500
45000
Anak-anak
< 15 tahun
Spina bifida
1 dari 8
Bayi lahir
AIDS
>1 juta
9600
Orang dewasa
19 tahun
Tidak setiap anak usia sekolah kekurangan fisik atau kesehatan memerlukan layanan pendidikan khusus, karena kondisinya tidak mungkin memiliki dampak negatif terhadap kinerja akademik visual. selama tahun ajaran 2008/2009 dibidang cacat fisik dan kesehatan total 859,708 anak usia sekolah menerima layanan diseluruh katagori dari gangguan ortopedi (62,371 anak) penyandang cacat ganda ( 124.073 anak) cidera otak traumatis ( 24.866 anak ) dan penurunan kesehatan laiinya ( 648.398 anak ) . 4 wilayah terdiri dari 15 % dari siswa menerima pendidikan khusus dengan kisaran 42% (cedera otak traumatis) 11,0% penurunan kesehatan lainnya dilaporkan sebagai penyusunan hanya 0,2% individu semua menerima pendidikan khusus. angka ini dianggap remeh karena anak yang buta tuli dimasukkan kedalam kategori cacat ganda karena memiliki kecacatan fisik tetapi tidak intelektual.